Rabu, 18 Mei 2016

Resensi Novel Deja Vu

Resensi
Agorafobia
Judul Buku      : Deja vu
Penulis             : Fani Krismawati
Penerbit           : Sheila
Tebal               : 220 halaman
Cetakan           : Pertama
Ukuran            : 11 x 18


       
          Novel ini bercerita tentang seorang wanita yang mengalami penyakit agorafobia,ia bernama Mandy. Dia memiliki tiga orang teman yaitu Mary,Suzan dan katie. Mandy memiliki hobby mengoleksi sepatu,dari kecil mandy tidak pernah keluar rumah sendiri,dia selau ditemani oleh ibunya. Namun ketika orang tuanya pindah ke New York,dia tinggal dengan pembantu yang dia panggil bibi.bibi inilah yang mengurus segala keperluannya. Sebelum pergi ibunya berpesan agar dia tidak pergi sendirian,karena jika dia pergi sendiri maka ia akan celaka karena diluar itu banyak orang yang jahat. Kata-kata itulah yang selalu mengsugesti mandy sehingga dia sangat takut pada keramaian dan suara yang keras .
Kelebihan dari novel ini yaitu,berisi cerita yang menarik,membuat orang penasaran,dan akhir dari ceritanya tidak mudah untuk ditebak. Sedangkan kekurangan novel ini yaitu, tidak disertai gambar,bagi yang kurang suka membaca atau orang yang lebih tertarik pada cerita yang ada gambarnya maka dia akan sedikit malas untuk membacanya.
Dari novel tersebut dapat ditarik sebuah pesan yaitu,agar orang tua jangan terlalu manjain anak dan jangan memberikan pesan yang membuat anak menjadi takut yang berlebihan.sebagai orang tua harus punya waktu untuk anak jangan  terlalu mementingkan pekerjaan sehingga  anak merasa tidak diperdulikan. sehingga membuat anaknya melakukan berbagai cara untuk mendapat perhatian dari orangtuanya.
Novel ini baik untuk dibaca oleh semua umur karena tidak mengadung kata-kata yang negatif.  






                                                                                        

Sinopsis
       Menceritakan tentang seorang wanita yang mengalami penyakit agorafobia. Wanita itu bernama Mandy, dia mengalami agrofobia terhadap keramaian,suara musik yang keras.dari kecil sampai dia kuliah, dia tidak pernah pergi sendiri  keluar rumah,dia selalu ditemani oleh ibunya. Namun disuatu saat  ayahnya dipindah tugaskan ke New York sehingga mengharuskan ibunya untuk ikut ke New York, akhirnya dia tinggal bersama pembantunya, sebelum pergi ibunya berpesan ”mandy, ingat kau tidak boleh jalan sendirian, kau harus bersama teman-teman mu”. kata-kata inilah yang selalu membuat dia takut untuk pergi sendiri keluar rumah.
       Mandy memiliki tiga orang teman yang selalu ada disampingnya, mereka yaitu, katie, suzan dan mery.suatu hari katie,mery dan suzan berjanji untuk mengajak mandy shooping sebagai tanda maaf karena sudah membuat mandy kesal,kebetulan mandy sedang menginginkan sepatu merek vincci yang dijual di toko bougenville.Mandy memiliki hobby mengoleksi sepatu.jadi apapun sepatu yang menurut nya bagus harus dia miliki.Hari dimana teman-temannya  mengajak dia shooping pun tiba.Mandy kemudian menelpon  salah satu sahabatnya yaitu katie.dia pun menelpon katie dan menagih janjinya.Namun katie dan teman-tamannya baru sadar kalau mereka ada tugas presentasi sehingga tidak dapat mengantar mandy shooping .katie pun menasehati agar mandy pergi sendiri dan mandy yang karena keinginannya untuk memiliki sepatu itu tinggi akhirnya dia mengutuskan untuk pergi sendiri,kemudian dia menutup telepon dan bersiap untuk pergi.Walau rasa takutnya begitu besar namun dia berpikir jika dia tidak membeli sepatu itu sekarang  pasti sudah diambil orang lain.Lalu jerih payahnya selama ini akan sia-sia,dia merasa harus membelinya tak perduli apa pun yang akan terjadi nanti ,dia ingin memiliki sepatu vincci itu,karena dia merasa hanya dapat menghibur diri dengan membeli apapun yang dia sukai.
            Setelah selesai  bersiap,dia turun kebawah dan sesampainya diruang depan ia bertemu dengan bibi,lalu bibi bertanya padanya mau kemana dan dia menjawab mau kemal shooping,bibi itu kaget mendengar perkataan mandy apalagi mandy ingin pergi sendiri.bibi khawatir pada mandy karena penyakitnya bisa saja kambuh,namun mandy tetap ingin pergi.
          Katie,mary dan suzan terlihat sangat serius mengerjakan tugas untuk persiapan presentasi.mereka mengerjakan tugas dirumah katie,namun tiba-tiba mary bertanya kemana mandy,lalu katie menjawab kalau mandy pergi shooping,jelas itu membuat suzan  dan mary terkejut dan khawatir pada temannya yang mengalami agrofobia tersebut.akhirnya meraka  memutuskan untuk menyusul  mandy,lalu mereka menelpon mandy namun hanphone mandy tidak  aktif.kemudian mereka menelpon kerumah mandy dan menanyakan apakah mandy sudah pergi ,bibi yang mengangkat telpon mengatakan bahwa mandy sudah pergi satu jam yang lalu dan itu membuat katie,mary dan suzan semakin khawatir.
Ditempat lain mandy setelah sampai di mal langsung menuju ke butik bougenville,di dekat toko itu ada toko VCD yang menyetel lagu begitu keras,setelah mengambil sepatu mandy keluar dan mendengar suara keras langsung saja dia panik dan berteriak,dia merasa kepalanya pusing dan perkataan mamanya selalu tergiang di kepalanya,mamanya mengatakan ” mandy! Jangan keluar sendirian nanti kamu bsa dicelakai orang jahat,mandy! Jangan keluar malam-malam banyak perampok mengikuti mu! Mandy janagan keluar mal sendirian......”sehingga membuatnya jatuh pinsan .Mary,katie,dan susan sampai di mal tempat mandy shooping,mereka tergesa-gesa karena takut jika terjadi sesuatu pada temanny, namun apa yang dikhawatirkan memang benar-benar terjadi,katie yang tadinya memberikan nasehat untuk temannya itu merasa menyesal.      
       Di dalam pinsannya mandy mengalami deja vu atau dia dapat mengetahui masa depan.dia merasa dia telah tersadar,kemudian ia merasa dia seperti biasanya,dia di skorsing karena tidak mempresentasikan tugas,dia akan dikenalkan oleh katie dangan seorang dokter yang akan membantu dia menyembuhkan penyakitnya,dokter itu bernama David Roth,sembelum penyembuhan dia mengurus surat cuti,,ketika mengurus surat cuti dia di datangi oleh yogie,yogie datang menemuinya dan mengatajkan bahwa ia mencintai mandy,namun mandy menolaknya,tetapi yogie tidak menyesal,setiap hari yogie mengirim mawar untuk mandy.dia jatuh cinta pada dokter tersebut namun dokter roth mencintai katie sahabatnya,karena katie tau mandy mencintai dokter roth makanya katie memutuskan untuk mengalah untuk sahabatnya,namun dokter roth tidak mau melepaskan katie. Suatu ketika terapi pun dimulai mandy benar-benar semakin mencintai dokter roth, pada suatu hari katie memutusakan untuk menjauhi dokter roth. suatu ketika mandy sakit, mandy ingin diperiksa oleh dokter roth, dokter roth pun datangmemeriksa mandy. Setalah selesai memeriksa ketika akan pergi dokter roth menemukan surat dalam perjalanan pulang sambil menyetir mobil dia membuka surat tersebut dan kaget akan isi surat tersebut. Karena kaget membuat dokter roth tidak lagi konsentrasi sampai dia tiba disuatu pelintasan kereta api dan akhirnya tertabrak dan meninggal dunia. Katie yang mengetahui hal itu akhirnya depresi. Mandy tidak mengetahui hal itu tapi lama kelamaan dia pun tau namun dia tidak mempercayainya.  Akhinya dia mengalami depresi,sehingga dimasukkan ke rumah sakit jiwa,kemudian dia di rawat oleh seorang dokter yang bernama jimmi(teman dokter roth). Setelah merawat mandy, dokter jimmi tau bahwa mandy tidak gila,dia hanya pura-pura agar kedua orang tuanya kembali bersama nya. Setelah mengetahui itu dokter jimmi bermaksud untuk mengatakan pada orang tuanya namun mandy tidak mengizinkan tapi dokter jimmi tetap ingin mengatakannya, karena mandy merasa bahwa dia akan di tingalkan jika orang tuanya mengetahui bahwa dia tidak gila, dia akhirnya melarikan diri dari rumah sakit jiwa, karena terus berlari mandy tidak sadar bahwa dia telah berada di tengah perlintasan kereta api, disana dia melihat sosok dokter roth yang memanggil nya,namun disisi lain ada dokter jimmi yang memanggilnyaa,dia binggunu sementara kereta api semakin dekat,dia diselamatkan oleh dokter jimmi. Setelah itu dia tersadar ternyatadia mengalami pinsan selama dua minggu, dan apa yang terjadi saat dia pingsan memang benar akan terjadi karena dia telah mengetahui semuanya.maka dia  berusaha untuk merubah nya sehiingga dokter roth tidak mati,namun tentang kebohongan nya tetap saja akan dikatakan oeh dokter jimmi.sehingga dia benar-benar lari ke rel kereta api disana yang memanggilnya adalah bayangannya sendiri bukan doker roth,dan disisi lain yang memanggilnya yaitu dokter roth bukan dokter jimmi dan dia pun diselamatkan oleh dokter roth.ketika tersadar dia berada di rumah sakit,karena merasa dia akan ditinggalkan oleh orang tuanya,jika mengetahui dia tidak gila, dia akhirnya berusaha untuk bunuh diri dengan silet yang telah lama ia simpan dibawah bantal,dia pun akhirnya koma selama dua hari dan ketika ia sadar yang ia katakan hanya ingn bertemu ayahnya dan akhinya ayahnya pun datang menemuinya,kemudian dia mengatakan kepada ayahnya untuk tidak lagi meninggalkannya, ayahnya pun berjanji tidak akan meningalkan nya dan ayahnya akhirnya memindah tugas ke indonesia lagi dan dia pun hidup bahagia bersama kedua orang tuanya ,begitu pun katie dan dokter roth. Mary dan suzan telah menemukan hobby baru yaitu membaca novel,sedangkan yogie dia patah hati karena mandy tidak menerima cintanya.  

Selasa, 17 Mei 2016

Laporan Kunjungan Ke PLTA Musi


LAPORAN KUNJUNGAN
Ke PLTA MUSI
KEPAHIANG


Anggota Kelompok :
-         Adelina Efriyanti
-         Ardovi
-         Anugrah Mahotra
-         Katon Nurcahyo
-         Pedo Putra Wijaya
-         Sri Depi
-         Vivi Asrina Okiawati

Kelas : XII IPA 1


SMA NEGERI 1 LEBONG SAKTI
2015-2016




­KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan kepada Allah SWT karena atas keridhoan-Nya kami dapat menyelesaikan tugas laporan mengenai kunjungan ke PLTA Musi yang dilaksanakan beberapa waktu lalu ini dengan lancar. Adapun tugas laporan ini dibuat yakni untuk mengetahui pembelajaran tentang ARUS LISTRIK yang sedang kami pelajari pada pelajaran Fisika.
Laporan ini kami buat berdasarkan hasil pendataan yang kami dapati dari bapak Sucipto dan beberapa petugas yang lain atas kunjungan langsung ke PLTA Musi. Kami mohon maaf sebesar-besarnya apabila terdapat banyak kesalahan didalam laporan ini hal itu dikarenakan kami yang memang belum begitu mengenal apa saja alat-alat yang terdapat didalam PLTA.
Kami juga menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kata sempurna, maka dari itu kami sangat mengharapkan kritik dan sarannya agar laporan ini dapat diperbaiki sedemikian sempurna dan tidak ada lagi kesalahan didalamnya.

Penyusun




  

                                                                                                  

DAFTAR ISI

Cover............................................................................................................................ i
KATA PENGANTAR.................................................................................................. ii
DAFTAR ISI................................................................................................................ iii
BAB I PENDAHULUAN............................................................................................ 1
        A.    Latar Belakang..................................................................................................... 1
        B.     Tujuan Kegiatan................................................................................................... 2
        C.     Waktu dan Tempat Pelaksanaan Kegiatan........................................................... 2
        D.    Metode Penyusunan Laporan............................................................................... 2
        E.     Pelaksanaan (cerita) Kegiatan.............................................................................. 3
BAB II Sejarah PLTA Musi......................................................................................... 5
BAB III Sistem Operasi PLTA Musi........................................................................... 4
BAB IV Data dari MCH.............................................................................................. 9
BAB V PENUTUP...................................................................................................... 10
        A.    Kesimpulan.......................................................................................................... 10
        B.     Saran.................................................................................................................... 10
Daftar Pustaka.............................................................................................................. 11




BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Listrik telah menjadi kebutuhan utama bagi masyarakat modern. Listrik telah mengubah peradaban manusia menjadi lebih mudah, cepat, efisien, dan produktif. Sejak pertama kali ditemukan, listrik terus mengalami perkembangan. Hal ini terlihat dari usaha-usaha yang telah dan sedang dilakukan dalam pengembangannya.
Pembangkitan energi listrik sebagian besar dilakukan dengan cara memutar generator sinkron sehingga didapat tenaga listrik dengan tegangan bolak-balik tiga fasa. Energi mekanik yang diperlukan untuk memutar generator sinkron didapat dari mesin penggerak generator atau biasa disebut penggerak mula.
Dengan berjalannya pertumbuhan infrastruktur dan ekonomi, kebutuhan energi listrik Indonesia pada tahun 2020 diperkirakan akan meningkat dengan pesat hingga mencapai tiga kali lipat. Selain itu, pembangkit listrik yang digunakan Indonesia saat ini untuk memenuhi kebutuhan energi listriknya, sebagian besar juga merupakan pembangkit listrik yang berbahan bakar fosil, seperti minyak bumi, gas alam, dan batubara. Apabila Indonesia terus bergantung dengan sumber energi ini, tentu saja hal ini bukan pilihan yang bijaksana karena hanya akan menimbulkan permasalahan dikemudian hari akibat persediaan bahan bakarnya di dunia yang terbatas.
Cadangan sumber energi yang berasal dari fosil diperkirakan hanya akan bertahan sampai 40 tahun untuk minyak bumi, 60 tahun untuk gas alam, dan 200 tahun untuk batu bara. Kondisi keterbatasan sumber energi di tengah semakin meningkatnya kebutuhan energi dunia dari tahun ketahun, serta tuntutan untuk melindungi bumi dari pemanasan global/polusi lingkungan menjadikan tantangan buat Indonesia untuk segera menguasai teknologi baru sumber energi yang terbarukan.
Di antara sumber energi alternatif yang tersedia saat ini yang banyak dikembangkan di dunia (seperti tenaga nuklir, angin, air,  gelombang air laut, surya, tenaga panas bumi, tenaga hidrogen, dan bio-energi), pembangkit listrik tenaga air (PLTA) adalah salah satu pembangkit listrik yang dapat dikembangkan di Indonesia untuk skala mikro dan mini untuk memenuhi kebutuhan listrik di daerah-daerah.
PLTA telah berkontribusi banyak bagi pembangunan kesejahteraan manusia sejak beberapa puluh abad yang lalu. Yunani tercatat sebagai negara pertama yang memanfaatkan tenaga air untuk memenuhi kebutuhan energi listriknya. Pada akhir tahun 1999, tenaga air yang sudah berhasil dimanfaatkan di dunia adalah sebesar 2650 TWh, atau sebesar 19 % energi listrik yang terpasang di dunia.
Indonesia mempunyai potensi pembangkit listrik tenaga air (PLTA) sebesar 70.000 mega watt (MW). Potensi ini baru dimanfaatkan sekitar 6 persen atau 3.529 MW atau 14,2 % dari jumlah energi pembangkitan PT PLN.
Pembangkit listrik tenaga air (PLTA) adalah pembangkit yang mengandalkan energi potensial dan kinetik dari air untuk menghasilkan energi listrik. Energi listrik yang dibangkitkan ini biasa disebut sebagai hidroelektrik. Bentuk utama dari pembangkit listrik jenis ini adalah generator yang dihubungkan ke turbin yang digerakkan oleh tenaga kinetik dari air.
Untuk mengetahui bagaimana proses terjadinya listrik yang berhubungan dengan pembelajaran fisika pada BAB Arus Listrik, maka dari itu diadakan suatu penelitian pada salah satu pembangkit untuk melihat bagaimana sebenarnya proses pembangkitan listrik itu terjadi.

B.     Tujuan Kegiatan
Adapun tujuan pelaksanaan kegiatan kunjungan ke PLTA Musi ini, yaitu:
-          Untuk menambah wawasan dan pengalaman siswa tentang pembangkit energi listrik.
-          Untuk mengetahui bagaimana proses terjadinya listrik.

C.    Waktu dan Tempat Pelaksanaan Kegiatan
Pelaksanaan kegatan ini dilaksanakan pada:
Tempat                   : PLTA Musi Desa Ujan Mas Kecamatan Ujan Mas Kabupaten   Kepahiang, Bengkulu.
Hari/Tanggal         : Kamis, 18 Februari 2016

D.    Metode Penyusunan Laporan
Laporan ini disusun berdasarkan peninjauan langsung ke lapangan (lokasi), melalui data-data yang diperoleh ketika kunjungan dan melalui internet yang berkaitan dengan lokasi kunjungan diadakan.
  
E.     Pelaksanaan (Cerita) Kegiatan
Pada hari Kamis tanggal 18 Februari 2016 kami siswa dan siswi kelas XII IPA 1 dan XII IPA 2 SMA Negeri 1 Lebong Sakti melakukan suatu kunjungan ke PLTA Musi. Kami berangkat dari sekolah pukul 07.00 WIB, perjalanan dilakukan dengan menggunakan bis. Ukuran bis yang kecil menyebabkan sebagian dari kami kekurangan kursi sehingga yang tidak mendapatkan kursi harus berdiri, demi menjaga solidaritas dan kekompakan akhirnya sebagian besar dari kami memutuskan untuk berdiri selama perjalanan berlangsung. Selama perjalanan kami bernyanyi ria meskipun suara kami tidak sebagus penyanyi sesungguhnya. Alhamdulillah dalam perjalanan tidak ada dari kami yang mabuk darat dan selamat sampai ditujuan. Perjalanan kami berlangsung sekitar 3 jam, kami sampai disana pukul 10.00 WIB. Sesampainya kami disana, kami menunggu pak Enggus meminta izin kepada petugas disana untuk menuju MCH (Main Control House). Ternyata perjalanan menuju ke MCH cukup jauh dengan jalan yang berliku-liku dan menurun. Setiap tikungan jalan yang dilalui kami selalu bersorak ria yang menandakan betapa semangatnya kami saat itu. Pada sisi kiri jalan kami melihat ada banyak piramid-piramid yang menjulang tinggi. Sesampainya di MCH, kami dikumpulkan dan berbaris rapi untuk diberi pengarahan oleh bapak Sucipto dkk. Setelah diberi pengarahan kami dibagi menjadi dua kelompok yaitu IPA 1 dan IPA 2, yang satunya pergi menuju ke ruang mesin dan yang satunya lagi tetap tinggal di MCH, kebetulan kami IPA 1 yang mendapat giliran pertama untuk menuju ke ruang mesin. Untuk menuju ke ruang mesin kami menggunakan bis karena jaraknya yang cukup jauh. Sesampainya di depan ruang mesin kami diberi peringatan sedikit bahwasanya ada beberapa larangan yang harus ditaati, yaitu:
1          1. Orang yang memiliki gangguan pernapasan (asma) dilarang masuk.
2          2. Wanita yang sedang datang bulan juga dilarang masuk dikarenakan mistis disini masih kuat.
Maka dari itu ada beberapa teman kami yang tidak bisa masuk kedalam ruang mesin. Untuk masuk ke dalam ruang mesin kami masih tetap menggunakan bis dengan melewati terowongan gelap yang menuju bawah tanah sepanjang ±13 km. Udara disana cukup minim sehingga pernapasan sedikit terganggu. Ketika turun dari bis kami terperangah ternyata eh ternyata ruangan tersebut sangat luas seperti mall tapi udaranya tidak sedingin di mall. Kami diarahkan oleh bapak Sucipto untuk masuk ke dalam dan melihat-lihat seperti apa alat dan mesin yang ada di PLTA, ternyata eh ternyata lagi alat dan mesin disana begitu besar dan tinggi. Kami diajak berkeliling ruangan dan dijelaskan alat-alat apa saja yang ada disana serta fungsinya. Terakhir kami masuk ke ruang control mesin.
Disini kami bertukar posisi dengan anak IPA 2, kami kembali menuju ke MCH untuk mendapat informasi lebih lanjut disana. Selesai dari MCH kami berangkat menuju bendungan air, di situ kami mengakhiri semua perjalanan kami di PLTA Musi.
Selesai dari PLTA Musi kami pergi menuju ke wisata Suban, dan sibuk dengan kegiatan masing-masing seperti pergi berkeliling ataupun selfi-selfi. Pukul 17.00 WIB kami berangkat menuju ke rumah masing-masing.


BAB II
Sejarah PLTA Musi
Rekomendasi pembangunan berdasarkan hasil studi pendahuluan tentang pembangunan sumber-sumber tenaga air suatu daerah pada tahun 1965, sehingga pekerjaan lebih lanjut terhadap rencana pembangunannya dan studi hidro potensial pada tahun 1981-1983. Implementasi pelaksanaan pembangunan dikoordinasi oleh PT PLN (Persero) Pikitring Sumbangsel, Babel, Sumbar dan Riau dan perkembangannya diawali langsung oleh PT PLN (Persero) proyek PLTA Musi yang berkedudukan di Desa Ujan Mas Atas, Kecamatan Ujan Mas Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu.
Berdasarkan knjungan ke PLTA Musi juga didapat sedikit data mengenai sejarah PLTA Musi yakni Pengoperasian PLTA Musi dilakukan pada tahun 2006 dan serah terimanya   tahun 2007. PLTA Musi sempat tidak beroperasi karena kekurangan dana, pada masa ibu Megawati sebagai Presiden Indonesia beliau memerintahkan agar PLTA Musi kembali dioperasikan.



BAB III
Sistem Operasi PLTA Musi

Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Musi merupakan pembangkit listrik dengan bendung type “Run of River (RoR)” dengan gedung pembangkit (Power House) berada 400 m dibawah tanah yang memanfaatkan aliran sungai Musi disebelah hulu dan pembuangan akhir ke aliran sungai Simpang Aur disebelah hilir. Untuk menggerakkan turbin, pembangkit ini mengambil air dari Sungai Musi berkisar 6 meter kubik per detik atau 6.000 liter per detik.
Daya terpasang sebesar 3 x 70 MW (210 MW), akan mampu membangkitkan energi listrik sebesar 1,140 GWh/tahun dan merupakan PLTA besar pertama yang dibangun di Provinsi Bengkulu. Daya listrik yang dibangkitkan PLTA Musi untuk memenuhi dan mensuplai kebutuhan listrik seluruh wilayah Sumatera melalui Interkoneksi Jaringan Transmisi 150 kV/275 kVuntuk wilayah bagian Selatan maupun Utara.
Secara garis besar terdapat 4 ruang di Power House, yaitu:
1)      The Basis room, yaitu ruang cooling water atau air pendingin.  Diseluruh bagian dialiri aliran air yang digunakan untuk banyak kepentingan seperti: keperluan kelajuan peralatan-peralatan listrk, untuk konsumsi air minum, dan banyak fasilitas lain yang digunakan terutama untuk pendingin turbin generator.
2)      The Turbin Room, yaitu ruangan mekanika yang termasuk elemen utama yang didalamnya terdapat banyak alat-alat seperti turbin, runner, kompresor, dan masih banyak lagi.
3)      The Generator Room, yaitu ruangan tempat keluarnya tegangan dari generator. Di ruangan ini terdapat CT (Capasitas Factor), PT (Potensial Transformator), Fire Protection yaitu untuk melindungi apabila terjadi kebakaran  Fire Protection ini dapat mengindikasi dimana tempat terjadinya kebakaran dengan memberikan sinyal.
4)      The Control Room, yaitu tempat untuk melihat indikasi peralatan-peralatan yang berfungsi atau yang biasa disebut Parameter.
Sebelum beroperasi kita harus mengetahui beberapa hal yaitu:
-          Mengetahui kondisi level air, level air ini dipantau di tempat yang bernama Inteke DAM. Ada beberapa level, yaitu: low level 557,50 apabila berada dilow level ini butuh untuk dihentikan, middle level 587,50, dan high level diatas 579,10. Level ini digunakan untuk memulai pembangkit
-          Setelah semua unit di start kan, secara garis besar terjadi  perubahan potensial air, potensial energi tadi masuk kedalam penstok dengan adanya aliran sehingga kuat potensial berubah menjadi perubahan kinetik. Perubahan kinetik tersebut masuk ke dalam turbin dan berubah menjadi mekanik. Pada turbin terdapat poros, poros tersebut disambung pada poros generator. Dengan adanya penyambungan dari tempola putaran turbin tadi sehingga menimbulkan dislistrik GGL (Gaya Gerak Listrik). Dengan itu dia mempunyai banyak elemen, generator mempunyai banyak elemen  CT, PT. dengan timbulnya arus yang tinggi tegangan yang tinggi sehingga tidak bisa dibaca, sangat-sangat tinggi ditambah dengan peralatan-peralatan CT, PT sehingga dia bisa mengukur seberapa besar karetrespormator atau potensialnya itu.  Sesudah keluar tegangan dia akan dipararel, adapun syarat-syarat pararel generator yaitu frekuensi sama tegangan sama massa sama setelah semua syarat terpenuhi maka dia akan terpararelkan dan akan hidup termasuk juga CB 150/11 kV masuk kedalam trafo kemudian ditransmisikan ke 150 kV yang berada di MCH kemudian ditansmisikan ke Pekalongan (nama tempat) diterima trafo sebesar 60 mpA.

Pada ruangan pendingin terdapat banyak alat-alat seperti motor, screner, dan banyak lagi. Disana terdapat 2 buah cooling water system yang satunya beroperasi dan yang satunya standby, jadi  apabila terjadi kerusakan maka secara otomatis operasi pada alat tersebut akan change up pada alat yang satunya lagi.
Pipa atau cassing, cassing up dan cassing down ada pula yang namanya inlenfarm yang bentuk dalamnya seperti roda. Antara cassing up dan cassing down tekanannya harus seimbang jadi apabila tidak seimbang maka inlenfarm akan terbuka secara mudah
Compressor, alat ini fungsinya mirip seperti alat penambah angin.
Freshering inlenfarm didalamnya terdapat udara pada bagian atas dan oli pada bagian bawah, kegunaan alat ini yaitu untuk memberikan tekanan pada hidrolik inlenfarm. Ketika level oli pada indikasi rendah kita dapat menaikkannya dengan cara membuang sedikit udara hingga batas yang diperlukan.
Operasi di PLTA Musi ini selain diatur secara manual yaitu secara langsung dari alat yang bersangkutan, pengoperasiannya juga dapat dilakukan dengan cara operasi remote (jarak jauh) melalui ruang kontrol yang menggunakan unit computer untuk mengatur/mengawasi operasinya mesin pembangkit. Unit computer ini akan menampilkan parameter pada mesin-mesin yang sedang bekerja dan alat ini terhubung langsung dengan yang ada di MCH.



BAB IV
Data dari MCH
Berikut ini beberapa data yang berhasil kami rangkum dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan ketika berada di MCH (Main Control House) sebagai berikut.
·         Alat-alat yang ada di PLTA Musi sebagian berasal dari dalam negeri dan sebagiannya lagi berasal dari luar negeri. Pengendali utamanya berasal dari Jepang
·         Dana yang digunakan oleh PLTA Musi ternyata dana pinjaman (hutang) dan saat ini masih dalam pembayaran pinjaman tersebut dan juga berasal dari dana PLN
·         Operasional pada PLTA Musi yaitu 24 jam dengan sistem kerja trip, ada trip pagi dari jam 08.00 – 16.00 WIB, trip sore dari jam 16.00-24.00 WIB, trip malam jam 24.00-08.00 WIB
·         Pemeliharaan dan administrasi dilakukan dari hari Senin-Jumat selama 8 jam dari jam 07.30-16.00 WIB. Pemeliharaan bisa dilakukan diluar jam kerja apabila terjadi masalah
·         Dalam penerimaan pegawai, sebelum pegawai tersebut ditempatkan sudah dilakukan testing terlebih dahulu kemudian dilakukan pelatihan, dalam pekerjaannya juga masih dilakukan pemantauan dan diberi pelatihan lagi sampai benar-benar menguasai
·         Power House diletakkan dibawah tanah karena berdasarkan tenaga yang ingin dibangkitkan yaitu 210 MW dibutuhkan ketinggian air 400 m maka dari itu power Housenya berada 400 m dibawah tanah
·         Pembuatan terowongan dilakukan dengan cara menggunakan dynamite, kemudian bagian yang telah diledakkan diber semen lalu dilanjutkan.
·         Pernah terjadi konflik antara PLTA Musi dengan masyarakat mengenai air pembuangan, PLTA Musi mengambil air yang berasal dari sungai Musi tetapi airnya tidak dikembalikan lagi ke sungai Musi tetapi dibuang ke tempat lain yaitu ke Utara. Awalnya aliran sungai itu kecil karena adanya penambahan air dari pembuangan PLTA Musi sehingga menyebabkan air sungai itu meluap dan merendam rumah warga.
·         Pembersihan atau pemeliharaan mesin-mesin dilakukan secara bertahap yaitu pemeliharaan harian, mingguan, bulanan dan tahunan.


BAB V
PENUTUP
A.    Kesimpulan
·         PLTA Musi berlokasi di Desa Ujan Mas Kecamatan Ujan Mas Kabupaten Kepahiang, Bengkulu.
·         PLTA Musi memanfaatkan aliran sungai Musi sebagai pembangkit listrik.
·         Ada 4 ruang utama yang ada di Power House, yaitu: Basis Room, Turbin Room, Generator Room, dan Control Room.
·         Pada Power House terdapat alat-alat serta mesin-mesin yang saling terhubung satu sama lain untuk menghasilkan tegangan listrik.

B.     Saran
Demikian laporan ini dibuat berdasarkan kunjungan langsung ke PLTA Musi, apabila didalam membuat laporan ini kurang baik dan kurang sempurna kami mohon kritik dan sarannya agar laporan ini bisa menjadi lebih baik.



Daftar Pustaka
Berdasarkan kunjungan langsung ke PLTA Musi